RSS

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAN MODAL KERJA

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAN MODAL KERJA

1.  Pengertian Modal Kerja

Terdapat beberapa definisi modal kerja yang lazim dipergunakan, yaitu:

a.  Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap utang lancar.

b.  Modal kerja adalah jumlah aktiva lancer. Jumlah ini Definisi ini bersifat kuantitatif karena menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk maksud-maksud operasi jangka pendek. Waktu tersedianya modal kerja

akan tergantung pada macam dan tingkat likuiditas dan unsur-unsur aktiva lancar misalnya kas, surat-surat berharga, piutang , dan persediaan.

c.  Modal kerja adalah jumlah dana yang digunakan selama periode akuntansi yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan  jangka pendek (Current income) yang sesuai dengan maksud utama didirikannya perusahaan tersebut.

2.  Pentingnya Moda Kerja yang cukup

Modal kerja sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup agar memungkinkan perusahaan untuk beroperasi secara ekonomis dan tidak mengalami kesulitan keuangan, misalnya dapat menutup kerugian dan mengatasi keadaan krisis atau darurat tanpa membahayakan keadaan keuangan perusahaan. Manfaat lain dari tersedianya modal kerja yang cukup adalah sebagai berikut:

a.  Melindungi perusahaan dari akibat buruk berupa turunnya nilai aktiva lancar, seperti adanya kerugian karena debitur tidak membayar, turunnya nilai persediaan karena harganya merosot.

b.  Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya.

c.  Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat mendapatkan keuntungan berupa potongan harga.

d.  Menjamin perusahaan memiliki credit standing dan dapat mengatasi peristiwa yang tidak dapat diduga seperti kebakaran, pencurian, dan sebagainya.

e.  Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya.

f.  Memungkinkan perusahaan dapat memberikan syarat kredit yang menguntungkan kepada pelanggan.

g.  Memungkinkan perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku, jasa, dan suplai yang dibutuhkan.

h.  Memungkinkan perusahaan mampu bertahan dalam periode resesi atau depresi.

Penyebab timbulnya kelebihan modal kerja adalah sebagai berikut:

a.  Pengeluaran saham dan obligasi yang melebihi dari jumlah yang diperlukan.

b.  Penjualan aktiva tetap tanpa diikuti penempatan kembali.

c.  Pendapatan atau keuntungan yang diperoleh  tidak digunakan untuk membayar dividen, membeli aktiva tetap, atau maksud-maksud lainnya.

d.  Konversi  operating asset menjadi modal kerja melalui proses penyusutan, tetapi tidak diikuti dengan penempatan kembali.

e.  Akumulasi dana sementara mennunggu investasi, ekspansi, dan lain-lain.

Penyebab timbulnya kekurangan modal kerja adalah sebagai berikut:

a. Adanya kerugian usaha. Penyebab adanya kerugian usaha adalah (a) volume penjualan yang tidak efisien relative dibandingkan dengan harga  pokok penjualan, (b) tekanan terhadap harga jual akibat ketatnya persaingan tanpa diikuti  penurunan harga pokok penjualandan biaya usaha, (c) banyaknya kerugian karena adanya piutang yang tidak kembali, (d) kenaikan biaya tanpa diikuti kenaikan penjualan/penghasilan, (e) biaya naik sementara penjualan  menurun. Kerugian usaha tidak selalu akan mengurangi modal kerja karena ada sementara biaya  yang tidak bersifat pengeluaran kas (noncash expense) seperti beban penyusutan, depresi, dan amortisasi. Yang jelas kerugian usaha itu mengurangi laba yang di tahan (retained earnings).

b. Adanya kerugian insidensil seperti turunnya harga pasar dan persediaan barang, karena pencurian, kebakaran, dan lain-lain yang tidak ditutup dengan asuransi.

c. Kegagalan mendapatkan tambahan modal kerja pada waktu mengadakan perluasan usaha atau ekspansi seperti perluasan daerah  penjualan, penjualan produk baru, penerapan metode produksi baru strategi penjualan baru, dan sebagainya.

d.  Menggunakan modal kerja untuk aktiva tidak lancar seperti membali aktiva tetap baru, membeli saham dari perusahaan lain (investasi jangka panjang).

e.  Kebijaksanaan pembayaran dividen yang tidak tepat. Karena harapan keuangan terus membaik pimpinan perusahaan masih terus melanjutkan kebijaksanaan pembayaran dividen seperti tahun-tahun sebelumnya.

f.  Kenaikan tingkat harga. Karena naiknya harga-harga, perusahaan mengeluarkan jumlah rupiah lebih banyak untuk mempertahankan volume fisik persedian barang dan aktiva tetap serta membelanjai penjualan kredit dalam volume fisik yang sama.

g. Pelunasan utang yang sudah jauh tempo. Manajemen tidak menyisihkan sebagai pendapatan bersih untuk cadangan pelunasan utang jangka panjang.

3.  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Modal Kerja

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah modal kerja adalah sebagai berikut :

a.  Sifat umum atau tipe perusahaan

Modal kerja yang dibutuhkan perusahaan jasa (public utility) relatif rendah karena investasi dalam persediaan dan piutang pencairannya menjadikan relatif cepat.

b. Waktu yang diperlukan  untuk memproduksi  atau mendapatkan barang dan ongkos produksi per unit atau harga beli per unit barang.

Jumlah modal kerja bukan langsung dengan waktu yang dibutuhkan mulai dari bahan baku atau barang jadi dibeli sampai barang-barang dijual kepada langganan. Makin panjang waktu yang diperlukan untuk memproduksi barang atau untuk memperoleh barang makin besar kebutuhan akan modal kerja.

c.  Syarat pembelian dan penjualan

Syarat kredit pembelian barang dagangan atau bahan baku akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja. Syarat kredit pembelian yang menguntungkan akan memperkecil kebutuhan uang kas yang harus ditanamkan dalam persediaan, sebaliknya bila pembayaran harus dilakukan segera setelah barang diterima maka kebutuhan uang kas untuk membelanjai volume perdagangan menjadi lebih besar.

d.  Tingkat perputaran persediaan

Semakin sering persediaan diganti (dibeli  dan dijual kembali) maka kebutuhan modal kerja yang ditanamkan dalam bentuk persediaan (barang) akan semakin rendah.

e.  Tingkat perputaran piutang

Kebutuhan modal kerja juga tergantung pada periode waktu yang diperlukan untuk mengubah piutang menjadi uang kas. Apa bila piutang terkumpul dalam waktu pendek berarti kebutuhan akan modal kerja menjadi semakin rendah atau kecil.

f.  Pengaruh konjungtur (business cycle)

Pada periode makmur (prosperity) aktivitas perusahaan meningkat dan perusahaan cenderung membeli barang lebih memanfaatkan harga yang masih rendah. Ini berarti perusahaan memperbesar tingkat persediaan.

g.  Derajat risiko kemungkinan menurunya harga jual aktiva jangka pendek menurunya nilai riil dibanding dengan harga buku dari surat-surat berharga, persediaan barang, dan piutang akan menurunkan modal kerja.

h.  Pengaruh musim

Banyak perusahan yang penjualannya hanya terpusat pada beberapa bulan saja.Perusahaan yang di pengaruhi oleh musim membutuhkan jumlah maksimum modal kerja untuk periode yang relatif pendek.

i.  Credit rating dari perusahaan

jumlah modal kerja, dalam bentuk kas termasuk surat-surat berharga, yang dibutuhkan perusahaan untuk membiayai opersinya tergantung pada kebijaksanaan penyediaan uang kas.

4.  Sumber Modal Kerja

Modal kerja menurut jenisnya dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni sebagai berikut.

a. Bagian modal kerja yang realatif permanen, yaitu jumlah modal kerja minimal yang harus tetap ada dalam perusahaan untuk dapat melaksanakan operasinya atau sejumlah modal kerja yang secara terus-menerus diperlukan untuk kelancaran usaha.

Modal kerja permanen ini dapat dibedakan dalam:

1.  Modal kerja primer, yaitu jumlah modal kerja minimum yang harus ada pada perusahaan untuk menjamin kontinuitasi usahanya.

2.  Modal kerja normal, yaitu jumlah  modal kerja yang diperlukan untuk menyelenggarakan luas produksi yang normal.

b. Bagian modal kerja yang bersifat variabel, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah tergantung pada perubahan keadaan.

Modal kerja variabel ini dapat dibedakan dalam:

1.  Modal kerja musiman, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan dan fluktuasi musim.

2.  Modal kerja siklis, yaitu modal kerja yang jumlahnya berubah-ubah disebabkan oleh fluktuasi konjungtur.

3.  Modal kerja darurat, yaitu modal kerja yang jumlahya berubah-ubah karena adanya keadaan darurat atau mendadak yang tidak dapat diketahui atau diramalkan terlebih dahulu (Bambang Rianto, 1981:52).

Modal kerja dapat berasal dari berbagai sumber,yakni sebagai berikut :

a. Pendapatan bersih

Modal kerja diperoleh dari hasil penjualan barang dan hasi-hasil lainnya yang meningkatkan uang kas dan piutang.

b. Keuntungan dari penjualan surat-surat berharga

Surat-surat berharga sebagai salah satu  pos aktiva lancar dapat dijual dan dari penjualan ini akan timbul keuntungan. Penjualan surat-surat berharga menunjukan pergeseran bentuk pos aktiva lancar dari  pos ”surat-surat berharga” menjadi pos ”kas”. Keuntungan yang diperoleh merupakan sumber penambahan modal kerja.

c. Penjualan aktiva tetap, investasi jangka panjang, dan aktiva tidak lancar lainnya

d. Penjualan obligasi dan saham serta kontribusi dana dari pemilik

e. Dana pinjaman dari bank dan pinjaman jangka pendek lainnya

f. Kredit dari supplier atau trade creditor

5.  Penggunaan Modal Kerja

Penggunaan modal kerja yang mengakibatkan berkurangnya aktiva lancar adalah sebagai berikut:

a.  Pengeluaran biaya jangka pendek dan pembayaran utang-utang jangka pendek (termasuk utang dividen).

b.  Adanya pemakaian  prive  yang berasal dari keuntungan (pada perusahaan perseorangan dan persekutuan).

c.  Kerugian usaha atau kerugian insidentil yang memerlukan pengeluaran kas.

d.  Pembentukan dana untuk tujuan tertentu seperti dana pensiun pegawai, pembayaran bunga obligasi yang telah jatuh tempo, penempatan kembali aktiva tidak lancar.

e.  Pembelian tambahan aktiva tetap, aktiva tidak berwujud, dan investasi jangka panjang.

f.  Pembayaran utang jangka panjang dan pembelian kembali saham perusahaan.

Transaksi-transaksi yang mengakibatkan perubahan bentuk aktiva lancar tetapi tidak mengubah jumlah aktiva lancar adalah :

a.  Pembelian tunai surat-surat berharga.

b.  Pembelian tunai barang-barang dagangan.

c. Perubahan suatu bentuk piutang ke bentuk piutang lainnya, misalnya dari piutang dagang menjadi piutang wesel.

6.  Pengertian Analisis Sumber-sumber dan Penggunaan Dana

Perubahan posisi modal kerja perlu mendapat  perhatian dalam membuat analisis tentang kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan. Sumber modal kerja, penggunaan modal kerja, dan komposisi modal kerja pada akhir periode merupakan faktor-faktor penting dalam membuat penilaian aktvitas perusahaan yang telah lampau dan dalam mempertimbangkan kemungkinan yang dapat dicapai perusahaan pada waktu yang akan datan

7.  Penyusunan Laporan Sumber-sumber dan Penggunaan Modal Kerja

Langkah-langkah penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja adalah sebagai berikut:

a.  Laporan sumber dan penggunaan modal kerja  disusun berdasarkan data neraca yang diperbandingkan dan informasi yang berkenaan dengan perubahan semua rekening tidak lancar dan pos-pos modal sendiri.

b.  Berdasarkan data neraca yang dperbandingkan dapat diketahui perubahan neto untuk masing-masing rekening neraca yaitu adanya kenaikan atau penurunan modal kerja beserta besarnya perubahan modal kerja.

c.  Perubahan saldo rekening-rekening tersebut kemudian  ditarik kedalam dua kolom terakhir.

d.  Jumlah debet dalam aktiva lancar dan utang jangka pendek ditarik ke dalam kolom kenaikan modal kerja, sedangkan jumlah kredit kolom  aktiva lancar dan utang jangka pendek ditark ke dalam kolom penurunan modal kerja.

Soal !!

1. Sepuluh lembar saham mayoritas PT. ABC yang mempunyai nilai nominal Rp. 100.000/lembar dan dijual dengan harga kurs 125 dengan kredit 3 bulan. Akibatnya transaksi tersebut adalah …
Jawab : c. Menaikkan modal kerja sebesar Rp. 1.250.000

2. Apa yang Anda ketahui tentang working capital ….
Jawab : Modal kerja adalah jumlah dana yang digunakan selama periode akuntansi yang dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan jangka pendek (Current income) yang sesuai dengan maksud utama didirikannya perusahaan tersebut.

3. Perusahaan meminjam uang dari bank dan untuk itu dikeluarkan wesel dengan nominal Rp. 70.000 dengan jangka waktu 10 bulan. Apakah transaksi tsb berpengaruh terhadap modal kerja …
Jawab : Tidak mempengaruhi modal kerja

4. Saldo modal kerja sebesar Rp. 150.000 terdiri dari aktiva lancar sebesar Rp. 250.000 dan hutang lancar Rp. 100.000 dari transaksi tsb berarti, kecuali?
Jawab : c. Untuk setiap Rp. 1 hutang lancar memerlukan aktiva lancar 2.5

Total Assets To Debt Ratio = 250.000/100.000×100%
= 250%
= 2.5

5. Berikut ini adalah pengertian dari dana, kecuali?
Jawab : d. Seluruh aktiva yang dimiliki peubah
Karena, Modal kerja adalah jumlah aktiva lancer. Jumlah ini merupakan modal kerja bruto (gross working Capital). Definisi ini bersifat kuantitatif karena menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk maksud-maksud operasi jangka pendek. Waktu tersedianya modal kerja akan tergantung pada macam dan tingkat likuiditas dan unsur-unsur aktiva lancer misalnya kas, surat-surat berharga, piutang , dan persediaan. Definisi ini berdasarkan konsep fungsional yaitu fungsi dana tersebut dalam menghasilkan pendapatan.

6. Penilaian kembali aktiva tetap akan berpengaruh pada hal-hal dibawah ini
Jawab : d. Tidak ada jawaban yang benar
Karena, Apabila salah dalam menentukan taksiran umur ekonomis akan berpengaruh terhadap penentuan depresiasi per tahun.

7. Pengeluaran modal deviden akan berakibat pada
Jawab : d. Jawaban salah semua

8. PT. Aduhai memproduksi 1.000 unit produk per bulan, jumlah hari kerja 30 hari, biaya-biaya yang dibebankan atas produk tsb/unit
Jawab : b. Bahan mentah z $ 1.000.000

9. Gaji bagian umum $ 200.000, beli bahan mentah diperlukan proses pengiriman 7 hari, sebelum akan diterima dilakukan untuk bahan mentah 3 hari. Waktu pembuatan 5 hari, selanjutnya untuk dapat menjadi bahan baku tsb enak dan gurih disimpan 3 hari, penjualan produk dapat dilakukan dengan kredit syarat 4 hari, sesudah barang diambil untuk menghadapi hal yang tidak diinginkan disediakan uang $ 25.000 . Berapa modal kerja yang dibutuhkan ? beri alasan !
Jawab :
o Dana terikat dalam persekot 3 hari
o Proses produksi 5 hari
o Barang jadi 3 hari
o Piutang dagang 4 hari
o Periode perputaran 15 hari

Bahan mentah 15 x 20 x 125 = 30.000
Upah 10 x 20 x 75 = 15.000
Biaya adm. 10 x 20 x37.500/(25 x 20) = 15.000
Persediaan kas minimal (asumsi) = 25.000
jumlah modal kerja Rp 85.000

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 19, 2011 in Uncategorized

 

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Arti penting analisis laporan keuangan

Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:

1.   Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi, pengembangan karier

2.   Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi.

3.   Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya.

4.   Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public.

5.   Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang berisi data-data keuangan. Data-data keuangan ini digunakan untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut.

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan menurut Sawir (2005:2) adalah sebagai berikut:

a.   menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi,

b.   laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu,

c.   laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

Manfaat Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh perusahaan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti jika diperbandingkan dan dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang dapat mendukung keputusan yang diambil. Menurut Statement of Financial Accounting Concept No. 1, tujuan dan manfaat laporan keuangan adalah:

1)   Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor dan pengguna lainnya yang potensial dalam membuat keputusan lain yang sejenis secara rasional.

2)   Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor, dan pengguna lain yang potensial dalam memperkirakan jumlah waktu dan ketidakpastian penerimaan kas di masa yang akan datang yang berasal dari pembagian deviden ataupun pembayaran bunga dan pendapatan dari penjualan.

3)   Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber daya ekonomi perusahaan. Klaim atas sumber daya kepada perusahaan atau pemilik modal.

4)   Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang prestasi perusahaan selama satu periode. Investor dan kreditor sering menggunakan informasi masa lalu untuk membantu menaksir prospek perusahaan.

Menurut PSAK (2004) pihak-pihak yang memanfaatkan laporan keuangan adalah (IAI, 2004) :

1)   Investor. Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.

2)   Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.

3)   Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

4)   Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

5)   Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.

6)   Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaanya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena ini berkepentingan dengan aktivitas perusahaan, mereka menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

7)   Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan(trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.

KETERBATASAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1.   Laporan keuangan bersifat umum dan bukan dimaksudkan memenuhi kebutuhan pihak tertentu. Informasi disajikan untuk dapat digunakan semua pihak. Sehingga terpaksaselalu meperhatikan semua pihak pemakai yang sebenarnya mempunyai perbedaan kepentingan.

2.   Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunan ttafsiran dan berbagai pertimbangan dalam memilih alternative dari berbagai pilihan yang ada yang sama- sama dibenarkan tetapi menimbulkan perbedaan angka laba maupun asset

3.   Akuntansi tidak mencakup informasi yang tidak material. Demikian pula penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal ini tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan laporan keuangan. Batasan terhadap istilah dan jumlah agar kabur.

4.   Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian bila terdapat beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengeni penilaian suatu pos maka lazimnya dipilih alternative yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil. Dalam keadaan lain disebutkan jika ada indikasi rugi maka harus dicatat tetapi jika ada indikasi laba tidak dicatat. Sehingga ada holding gain yang tidak diungkapkan.

5.   Laporan keuangan disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan memahami baasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.

6.   Akuntansi didominasi informasi kuantitatif. Informasi yang bersifat kualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantitatifkan umumnya diabaikan. Namun bisa saja informasi kuatitatif dapat gambaran atau indiksi informasi kualitatif.

7.  Perubahan dalam tenaga beli uang jelas ada akan tetapi hal ini tidak  tergambar dalam laporan keuangan

Kelemahan analisis laporan keuangan

1.   Analisis laporan keuangan didasarkan pada laporan keuangan oleh karenanya kelemahan laporan keuangan harus selalu diingat agar kesimpulan dari analisis itu tidak salah.

2.   Objek analisis laporan keuangan hanya laporan keuangan. Untuk menilai suatu laporan keuangan tidak cukup hanya dari angka-angka laporan keuangan. Kita juga harus melihat aspek lainnya seprti tujuan perusahaan, situasi ekonomi, situasi industri, gaya manajemen, budaya perusahaan dan budaya masyarakat.

3.  Objek analisis adalah data histories yang menggambarkan masa laud an kondisi ini bisa berbeda dengan kondisi masa depan.

Jenis Laporan Keuangann

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri:

a.   Neraca: laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu menunjukkan posisi keuangan (aktiva, utang dan modal) pada saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 200x)

b.   Laporan laba rugi: suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu

c.   Laporan saldo laba: menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.

d.   Laporan arus kas: Menujukkan arus kas selama periode tertentu.

e.  Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2011 in Uncategorized

 

BEA MATERAI

I.     Pengertian
a.    Dokumen adalah kertas yang berisikan tulisan yang mengandung arti dan maksud tentang    perbuatan, keadaan atau     kenyataan bagi seseorang dan/atau pihak-pihak yang berkepentingan;
b.    Benda meterai adalah meterai tempel dan kertas meterai yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI;
c.    Tandatangan adalah tandatangan sebagaimana lazimnya dipergunakan, termasuk pula parap, teraan Atau cap     tandatangan atau cap parap, teraan cap nama atau tanda lainnya sebagai pengganti tandatangan;
d.    Pemeteraian kemudian adalah suatu cara pelunasan Bea Meterai yang dilakukan oleh Pejabat Pos atas     permintaan pemegang dokumen yang Bea meterainya belum dilunasi sebagaimana mestinya;
e.    Pejabat Pos adalah Pejabat Perusahaan Umum Pos dan Giro yang diserahi tugas melayani permintaan     pemeteraian kemudian.

II.     Saat Terutang Bea Meterai
ditentukan dalam hal:
1.Dokumen yang dibuat oleh satu pihak, adalah pada saat dokumen itu diserahkan;
2.Dokumen yang dibuat oleh lebih dari salah satu pihak, adalah pada saat selesainya dokumen itu dibuat;
3.Dokumen yang dibuat di luar negeri adalah pada saat digunakan di Indonesia.

III.     Pihak yang Terutang Bea Meterai
Adalah pihak yang menerima atau mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan     menentukan lain.

IV.     Pelunasan Bea Meterai
atas dokumen menggunakan cara:
a.menggunakan benda meterai;
b.menggunakan cara lain;
misalnya membubuhkan tanda-tera sebagai pengganti benda meterai di atas dokumen dengan mesin teraan.

V.     Sanksi Tidak atau Kurang Melunasi Bea Meterai
Dokumen yang terutang/dikenakan Bea Meterai yang tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya dikenakan     denda administrasi sebesar 200% (dua ratus persen) dari Bea Meterai yang tidak atau kurang dibayar. Pemegang     dokumen atas dokumen yang tidak atau kurang dibayar Bea Meterainya harus melunasi Bea Meterai yang terutang     berikut dendanya dengan cara pemeteraian kemudian.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2010 in Uncategorized

 

Pedagang Eceran

Pengertian

Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran (PKP PE) terdiri  dari:

–     Pedagang Eceran yang menggunakan Norma Penghitungan  Penghasilan Neto adalah Pengusaha Orang Pribadi dengan jumlah peredaran bruto  dan atau penerimaan bruto selama1 (satu) tahun buku tidak lebih dari Rp  600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah); dan

–     Pedagang Eceran Selain Yang Menggunakan Norma  Penghitungan Penghasilan Neto adalah Pengusaha Orang Pribadi dan atau Badan  yang menyelenggarakan pembukuan, Kegiatan usaha atau pekerjaan utama yang  dilakukan oleh Pedagang Eceran yaitu dengan cara:

a.   Menyerahkan Barang Kena Pajak (BKP) melalui suatu  tempat penjualan eceran seperti toko, kios, atau dengan cara penjualan yang  dilakukan langsung kepada konsumen akhir, atau dengan cara penjualan dari rumah  ke rumah;

b.   Menyediakan BKP yang diserahkan di tempat  penjualan secara eceran tersebut

c.   Melakukan transaksi jual beli secara spontan tanpa  didahului dengan penawaran tertulis,pemesanan tertulis,kontrak atau lelang dan  pada umumnya bersifat tunai, dan pembeli pada umumnya datang ke tempat  penjualan tersebut langsung membawa sendiri BKP yang dibelinya.

Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran

Pedagang Eceran yang telah memenuhi kriteria tersebut,  wajib melaporkan usahanya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat untuk  dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak paling lambat akhir bulan berikutnya  setelah bulan dilampauinyabatas nilai peredaran BKP. Batas nilai peredaran  bruto yaitu Jumlah peredaran BKP telah melebihi Rp 600.000.000,00 (enam ratus  juta) setahun. Dalam hal pengusaha tersebut tidak melaporkan usahanya untuk  dikukuhkan sebagai PKP, maka KPP yang bersangkutan dapat menerbitkan keputusan  pengukuhan secara jabatan.

Penghitungan Pajak Pertambahan Nilai

1.   Pedagang Eceran yang menggunakan Norma Penghitungan  Penghasilan Netto; dapat

menggunakan Pedoman Pengkreditan Pajak Masukan untuk  menghitung besarnya Pajak Masukan yang dapat dikreditkan, dengan cara sebagai  berikut:

–     Pajak Keluaran (PK) = Nilai Peredaran Bruto dan atau  Penerimaan Bruto yang terutang PPN pada masa pajak yang bersangkutan (tidak  termasuk PPN) x Tarif PPN 10%.

–     Pajak Masukan (PM) yang dapat dikreditkan adalah:

Untuk penyerahan BKP oleh Pedagang Eceran dengan Norma  Penghitungan Penghasilan Netto adalah 80% x Pajak Keluaran.

2.   PKP Pedagang Eceran selain yang menggunakan Norma  Penghitungan Penghasilan Netto wajib menggunakan mekanisme pengkreditan Pajak  Masukan terhadap Pajak Keluaran sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983  tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang PK 10% x Rp 40.000.000, Rp. 4.000.000,  PM yang dapat dikreditkan 80%xRp 4.000.000, Rp.3.200.000, PPN yang terhutang  Rp. 800.000,dan Jasa dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebagaimana telah  beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000. PPN yang  terutang = Harga jual atas penyerahan barang dagangan x Tarif PPN 10%

Surat Pemberitahuan Masa PPN  (SPT  MASA PPN)

PKP Pedagang Eceran yang menggunakan Norma Penghitungan  Penghasilan Neto dan selain yang menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan  Netto yang melakukan penyerahan BKP :

a.   Wajib mengisi SPT Masa PPN beserta lampirannya  (formulir 1107) dan melaporkannya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP PE  dikukuhkan; dan

b.   Wajib membuat Faktur Pajak, memungut dan menyetor pajak  yang terutang serta melaporkannya pada SPT Masa PPN.

–     Slip Cash Register atau Segi Cash Register yang dibuat  dapat diperlakukan sebagai Faktur Pajak Sederhana.

–     Apabila harga jual BKP sudah termasuk PPN, Slip Cash  Register atau Segi Cash Register wajib diberi keterangan “untuk BKP harga sudah  termasuk PPN”.

–     Pencantuman alamat Pedagang Eceran pada Slip Cash  Register atau Segi Cash Register dapat disingkat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2010 in Uncategorized

 

AKUNTANSI KLIRING

AKUNTANSI KLIRING

KOMITMEN & KONTIJENSI DAN

PENDAPATAN & BIAYA BANK

A.   AKUNTANSI KLIRING

Kliring merupakan suatu istilah dalam dunia bank dan keuangan menunjukkan suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut. Kliring sangat dibutuhkan sebab kecepatan dalam dunia perdagangan jauh lebih cepat daripada waktu yang dibutuhkan guna melengkapi pelaksanaan aset transaksi. Kliring melibatkan manajemen dari paska perdagangan, pra penyelesaian eksposur kredit, guna memastikan bahwa transaksi dagang terselesaikan sesuai dengan aturan pasar, walaupun pembeli maupun penjual menjadi tidak mampu melaksanakan penyelesaian kesepakatannya. Proses kliring adalah termasuk pelaporan / pemantauan, marjin risiko, netting transaksi dagang menjadi posisi tunggal, penanganan perpajakan dan penanganan kegagalan.

Peserta Kliring:

Peserta  kliring  dapat  dibedakan  menjadi  dua  macam  :

•        Peserta  langsung,  yaitu  :  bank-bank  yang sudah  tercatat  sebagai  peserta  kliring  dan  dapat  memperhitungkan  warkat  atau  notanya  secara  langsung  dengan  B I  atau  melalui  PT  Trans  Warkat  sebagai  perantara  dengan  B I.

Contoh :  Bank  Retail,  Bank  Devisa

•        Peserta  tidak  langsung,  yaitu  :  bank-bank  yang  belum  terdaftar  sebagai  peserta  kliring  akan  tetapi  mengikuti  kegiatan  kliring  melaui  bank  yang  telah  terdaftar  sebagai  peserta  kliring.

Contoh :  BPR

Jenis-Jenis Kliring

•              Kliring  umum,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang  pelaksanaannya  diatur  oleh  B I.

•              Kliring  lokal,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat-warkat  antar  bank  yang  berada  dalam  suatu  wilayah  kliring  (wilayah  yang  ditentukan).

•              Kliring  antar  cabang,  adalah  :  sarana  perhitungan  warkat  antar  kantor  cabang  suatu  bank  peserta  yang  biasanya  berada  dalam  satu  wilayah  kota.  Kliring  ini  dilakukan  dengan  cara  mengumpulkan  seluruh  perhitungan  dari  sauatu  kantor  cabang  untuk  kantor  cabang  lainnya  yang  bersangkutan  pada  kantor  induk  yang  bersangkutan

Warkat / Nota Kliring

•              Adalah  alat  atau  sarana  yang  digunakan  dalam  lalu  lintas  pembayaran  giral,  yaitu  surat  berharga  atau  surat  dagang  seperti  :

–         cek,

–         bilyet  giro,

–         wesel  bank  untuk  trasfer  atau  wesel  unjuk,

–         bukti-bukti  penerimaan  transfer  dari  bank-bank,

–         nota  kredit,  dan

–         surat-surat  lainnya  yang  disetujui  oleh  penyelenggara  (BI)

•              Syarat-syarat  warkat  yang  dapat  dikliringkan :

–         Ber valuta  Rupiah

–         Bernilai  nominal  penuh

–         Telah  jatuh  tempo  pada  saat  dikliringkan  dan

–         Telah  dibubuhi  cap  kliring

•              Jenis – jenis  warkat  kliring  :

–         Warkat  debet  keluar,  yaitu  :  warkat  bank  lain  yang  disetorkan  oleh  nasabah  sendiri  untuk  keuntungan  rekening  nasabah  yang  bersangkutan.

Contoh  :  Ndari  nasabah  bank  Permata  Semarang  menerima  pembayaran  dari  Sigit  nasasbah  bank  Niaga  Semarang  berupa  cek.  Cek  tersebut  disetorkan  oleh  Ndari  ke  bank  Permata,  maka  cek  tersebut  dapat  dikatakan  sebagai  warkat  debet  keluar.

–         Warkat  debet  masuk,  yaitu  :  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  dari  bank  lain  melalui  B I  atas  warkat  atau  cek  bank  sendiri  yang  ditarik  oleh  nasabah  sendiri  dan  atas  beban  nasabah  yang  bersangkutan.

Contoh  : Bila  bank  Permata  Semarang  menerima  cek  dari  bank  Niaga  Semarang  atas  cek  yang  telah  ditarik  Andi  nasabah  sendiri,  maka  cek  tersebut  merupakan  warkat  debet  masuk  bagi  bank  Permata.

•              Warkat  kredit  keluar,  yaitu  :

warkat  dari  nasabah  sendiri  untuk  disetorkan  kepada  nasabah  bank  lain  pada  bank  lain.  Bank  yang  menyerahkan  warkat  tersebut  akan  mengkreditkan  rekening  giro  BI  dan  mendebet  giro  nasabah.

•              Warkat  kredit  masuk,  yaitu  :

warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  untuk  keuntungan  rekening  nasabah  bank  tersebut.  Bank  yang  menerima  warkat  tersebut  akan  mendebit  rekening  giro  B I  dan  mengkredit  giro  nasabah.

Warkat yang bukan kliring

•              Warkat-warkat  yang  belum  memenuhi  syarat-syarat  warkat  kliring.

•              Penyetor  warkat  kepada  penyelenggara  untuk  keperluan  penyelesaian  saldo  negatif  atau  saldo  debet.

•              Penyetoran  warkat  kepada  penyelenggara  untuk  pelaksanaan  transfer  dalam  rangka  pelimpahan  likuidasi  dari  suatu  peserta  kepada  kantor-kantor  cabangnya  yang  lain.

•              Penyetoran-penyetoran  lain  yang  ditetapkan  B I  berdasarkan  kebutuhan.

B.   AKUNTANSI KOMITMEN DAN KONTIJENSI

þ Akuntansi Komitmen

~    pengertian dan klasifikasi komitmen

Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi.

Jenis komitmen :

1.       komitmen tagihan yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.

2.       komitmen kewajiban yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau pihak lain.

~    jenis komitmen

1.       fasilitas pinjaman yang diterima adalah fasilitas yang diterima oleh bank dari bank lain atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Nilai komitmen yang disajikan adalah sejumlah nilai nominal penarikan atau pelunasan atas fasilitas tersebut, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian pemberian fasilitas kredit tersebut.

2.       fasilitas kredit yang diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberikan kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan nasabah.

3.       letter of credit yang tidak dapat dibatalkan yang masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalkan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan.

4.       kewajiban pembelian kembali aktiva yang dijual dengan syarat repo adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang sesuai dengan perjanjian.

5.       akseptasi wesel impor atas dasar L/C berjangka adalah pemberian jaminan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel impor atas dasar L/C berjangka.

6.       transaksi valuta asing tunai (SPOT) yang belum diselesaikan adalah jumlaj transaksi valuta asing tunai uang masih belum diselesaikan pada tanggal laporan.

7.       transaksi berjangka valuta asing (forward/future) yang masih berjalan adalah tagihan atau kewajiban yang timbul dari transaksi berjangka valas dicatat dan disajikan sebesar tagihan atau kewajiban bank.

~    laporan komitmen

–          Definisi

Laporan komitmen adalah laporan suatu kewajiban bagi bank untuk melaporkan besarnya taguhan atau kewajiban bersih atas seluruh transaksi komitmen yang telah dilakukan.

–          Tujuan

Untuk alat control bagi bank yang bersangkutan dalam mengelola aktiva dan kewajibannya termasuk didalamnya pengelolaan alat likuid untuk memenuhi kewajiban yang diperkirakan akan terjadi beberapa hari atau bulan yang akan dating yang akan dikaitkan dengan tagihan yang akan diterima.

–          Waktu

Laporan komitmen dibuat setiap tanggal laporan bersamaan dengan pembuatan neraca dan laporan laba rugi.

–     Isi

Memerinci seluruh kewajiban dan tagihan komitmen yang dimiliki oleh suatu bank.

–          Manfaat

Dapat diketahui apakah bank memiliki suatu kewajiban atau tagihan bersih dari sejumlah komitmen yang telah ada.

þ Akuntansi Kontijensi

~    pengertian kontijensi

Kontijensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang.

~    jenis kontijensi

Kontijensi bank terdiri dari kontijensi tagihan dan kontijensi kewajiban (tunggakan).

Kontijensi tagihan terdiri dari :

a.   bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain.

Bank garansi oleh bank lain adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank penjamin bila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji atau wanprestasi di kemudian hari. Pencatatan rekening ini sebesar bank garansi yang diterima pada posisi kredit dan akan tetap outstanding hingga bank garansi jatuh tempo. Pada saat jatuh tempo rekening administrative rupiah harus dinihilkan dengan cara didebet sebesar nilai bank jatuh tempo.

b.   pembelian opsi valuta asing

opsi adalah perjanjian yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing.

c.   pendapatan bunga dalam penyelesaian

Kontijensi kewajiban terdiri dari :

a.   garansi yang diberikan

bank garansi yang diberikan adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank yang mengakibatkan pembayaran kepada pihak penerima jaminan apabila pihak yang dijamin oleh bank yang bersangkutanwanprestasi atau cidera janji.

b.   surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN) yang dapat dibatalkan (revocable L/C) dalam rangka perdagangan dalam negeri

c.   penjualan opsi valuta asing

opsi jual (put option) adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual valuta asing pada harga tertentu selama atau pada akhir masa opsi.

B.   AKUNTANSI PENDAPATAN DAN BIAYA BANK

þ Akuntansi Pendapatan Bank

*     Definisi

Pendapatan (revenues) adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari

aktivitas normal bank selama suatu periode yang mengakibatkan kenaikan ekuitas dan

tidak secara langsung berasal dari kontribusi penanam modal. (PAPI, 2001)

*      Jenis-Jenis Pendapatan Bank

#      Pendapatan Operasional

a.     Pendapatan Bunga Debitur

Pendapatan bunga adalah pendapatan yang diperoleh dari penanaman dana bank pada

aktiva produktif.

b.    Komisi dan Provisi

Komisi adalah imbalan atau jasa perantara yang diterima atau dibayar atas suatu transaksi atau aktivitas yang mendasari

Provisi adalah imbalan yang diterima atau dibayar sehubungan dengan fasilitas yang

diberikan atau diterima

c.     Pendapatan Atas Transaksi Valuta Asing

Pendapatan yang timbul dari transaksi valuta asing lazimnya berasal dari selisih kurs. Selisih kurs ini akan dimasukkan ke dalam pos pendapatan dalam laporan laba rugi. Laba rugi yang timbul dari transaksi valuta asing harus diakui sebagai pendapatan atau beban dalam perhitungan laba rugi periode berjalan.

d.    Transaksi Berjangka Valuta Asing

Untuk transaksi berjangka valuta asing dalam rangka trading, selisih antara kurs yang diperjanjikan (Contracted Forward Rate) dengan kurs tunai pada tanggal jatuh waktu (Spot Rate) diakui sebagai laba atau rugi transaksi valuta asing pada akhir masa kontrak.

e.     Swap Suku Bunga

Salah satu jenis hedging dan upaya untuk meraih keuntungan dalam mekanisme pasar uang adalah dengan melakukan gadai valuta asing atau dikenal dengan istilah swap. Dalam kenyataannya ada dua jenis transaksi swap, yakni transaksi swap suku bunga dalam rangka pendanaan dan dalam rangka trading.

f.      Pendapatan Operasional Lainnya

Contoh dari pendapatan operasioanal lainnya adalah penerimaan deviden dari anak perusahaan atau penyertaan saham, laba rugi penjualan surat berharga pasar modal, dan lainnya. Pengakuan pendapatan dari deviden erat kaitannya dengan metode pencatatan dari penyertaan, apakah secara cost atau equity method.

#      Pendapatan Non-Operasional

Yang termasuk kedalam pendapatan Non-operasional adalah rupa-rupa pendapatan yang berasal dari aktivitas diluar usaha utama bank. Contohnya adalah pendapatan dari penjualan aktiva tetap, penyewaan fasilitas gedung yang dimiliki oleh bank, dan lainnya. Pendapatan ini harus diakui pada pendapatan periode berjalan.

Pendapatan Luar Biasa

Pendapatan laur biasa merupakan pendapatan yang memenuhi kriteria bersifat tidak normal dan tidak sering terjadi. Pendapatan luar biasa harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditujukan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya. Yang dimaksud dengan pos luar biasa adalah pos yang memenuhi kedua kriteria sebagai berikut:

1.     Bersifat tidak normal (tidak biasa)

Kejadian atau transaksi yang bersangkutan memiliki tingkat abnormalitas yang tinggi dan tidak berhubungan dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.

2.     Tidak sering terjadi

Kejadian dan transaksi yang bersangkutan tidak dihubungkan akan terulan lagi di masa yang akan datang.

þ BIAYA BANK

1.   Pengertian

Yang dimaksud biaya adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu. Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya.

2.   Jenis – Jenis Biaya Bank

a.   Biaya Operasional, terdiri dari :

  • Biaya Bunga

Biaya ini paling besar porsinya terhadap biaya bank   keseluruhan. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku atau pada tanggal laporan.

  • Biaya Valuta Asing

Biaya dalam transaksi valuta asing biasanya muncul dari selisih kurs yang merugi. Munculnya kerugian selisih kurs baik dari transaksi spot, forward, maupun swap akan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

  • Biaya Overhead

Dalam operasi bank sehari-hari diperlukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya ini berhubungan langsung dengan periode terjadinya sehingga harus dicatat dan diakui sebagai beban periode berjalan.

Biaya overhead yang terjadi di bank memiliki ciri-ciri :

  • Tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan jasa yang dihasilkan karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank
  • Menjadi biaya pada periode terjadinya
  • Tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang

Contoh biaya overhead : biaya gaji pegawai, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya kegiatan kantor dll.

b.   Biaya Non Operasional

Yaitu biaya–biaya yang yang dikeluarkan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank misalnya kerugian dari penjualan aktiva tetap.

  • Pos Luar Biasa

Biaya ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan  ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya. Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Peristiwa seperti gempa bumi dan apabila merugikan bank dapat digolongkan sebagai kerugian atau pos luar biasa. Tetapi apabila di satu Negara, seperti Jepang misalnya, peristiwa ini sangat sering terjadi. Dengan demikian kerugian akibat ini tidak bias digolongkan sebagai peristeiwa luar biasa.

  • Koreksi Masa Lalu

Koreksi masa lalu yang berkaitan dengan  unsure laba-rugi dapat dilakukan apabila telah terjadi kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang tidak tepat waktu atau tidak dapat diterima, kelalaian mencatat suatu transaksi atau kejadian yang telah terjadi, dan kesalahan matematis. Koreksi yang dilakukan terhadap laba-rugi periode lalu harus tetap diungkapkan.

  • Pajak Penghasilan

Pos biaya paling akhir dalam tubuh laporan laba-rugi adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan dengan tariff pajak penghasilan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2010 in Uncategorized

 

Interaksi antara Manajer dan Mesin.

Interaksi antara Manajer dan Mesin.

Data dari  sebuah organisasi tidak akan  menjadi informasi sebelum dikomunikasikan dalam bentuk  yang bermanfaat bagi personil organisasi yang memerlukannya. Komunikasi ini berlangsung dalam interaksi antara manajer/manusia dengan mesin/komputer. Pengertian dari  interaksi  manajer dan komputer adalah  dimana sistem  komputer memberikan informasi kepada manajer atau dimana manajer memberikan data kepada sistem komputer.  Ada beberapa sistem pengolahan data yang tidak berhasil dikembangkan dalam Sistem Informasi Manajemen karena tidak dikembangkannya interaksi manajer dan komputer, sehingga manajer dan komputer, sehingga manajer dan komputer tidak dapat saling berkomunikasi secara efektif.  Ada 2 (dua) sebab utama kekurangan dari pengolah data (komputer) yaitu :

1.   Sistem analis dan programer tidak (kurang) memiliki pemahaman tentang proses manajemen organisasi, sehingga akhirnya tidak mampu menjalin sistem informasi yang diperlukan organisasi.

2.   Ketidakmampuan untuk memahami cara berpikir manusia dalam memproses data, dengan akibat bahwa  hasil program komputer tidak memproses data sebagaimana yang dikehendaki  oleh manajer, sehingga tidak mampu berkomunikasi efektif dengan manajer.

Penilaian informasi adalah bentuk lain interaksi antara manajer dan mesin, merupakan hal yang biasa bagi  tenaga teknisi dan administrasi untuk mengambil data dari sistem komputer  lewat terminal komputer,  namun bagi manajer hal demikian tidaklah  biasa  Manajer sering  memerlukan tambahan rincian tentang masalah khusus, seperti rincian tentang varian anggaran untuk tenaga kerja pabrik.

Komunikasi manajer dan mesin yang lebih jauh adalah  interaksi berkesinambungan antara manajer dan file komputer. Seorang manajer mungkin akan memulai berdialog dengan banyak sistem komputer dengan memberitahukan jenis  data khusus yang dicari, misalnya data tentang  umur produk. Komputer kemudian akan menjawab dengan serangkaian pertanyaan yang  mengarah  pada data  tentang umur produk  apa yang diperlukan,  atau komputer mungkin akan memberikan informasi umur produk yang telah ada dalam sistem.

Bentuk terakhir dari interaksi  manajer dan mesin adalah pelibatan manajer dalam perancang sistem informasi untuk digunakan sendiri dengan cara menulis program komputer sederhana lewat terminal mereka. Misalnya apabila penjualan disuatu wilayah  meragukan  karena tidak  adanya alasan, maka manajer pemasaran mungkin akan menggunakan terminal komputernya untuk menulis beberapa program perintah yang akan mengeluarkan data penjualan serta menganalisisnya sesuai dengan kegiatan para wiraniaganya, jenis produk, jenis pelanggan dengan tujuan  untuk penyebab masalahnya. Kini telah ada sistem perangkat lunak yang bersifat bahasa bertanya (Query  Language)  yang dapat di tambahkan pada sebahagian besar komputer sehingga memungkinkan jenis kegiatan manajerial yang demikian.“Jarak Sosial” antara manajer dan  sistem komputer juga merupakan masalah interaksi manajer dan mesin. Memang akan ada jarak sosial antara manajer dan mesin yang memiliki pola  pikir pengalaman  dan titik kehidupan yang berbeda, dan ini akan menghambat komunikasi. Walau demikian apabila manajer dan sistem komputer mencoba berkomunikasi, maka pihak manajerlah yang  harus melakukan upaya menyesuaikan diri, yaitu dalam bentuk “percakapan” dengan komputer yang  harus dilakukan lewat format tertentu.

Biasanya pedoman penggunaan (user manual) komputer menawarkan bantuan teknis bagi manajer yang memerlukannya untuk memahami hambatan komunikasi, tetapi hal  ini memerlukan  waktu bagi manajer untuk berinteraksi dengan sistem. “Tutorial” program komputer yang membantu dan mendidik manajer dengan memberikan saran bermanfaat dalam bentuk  koreksi atas kesalahan (error) komunikasi akan dapat mengurangi jarak sosial.  Dimensi lain. dari masalah manajer dalam upaya berkomunikasi dengan sistem komputer adalah bahwa manajer mengetahui informasi apa yang diperlukan tetapi  tidak mengetahui dimana lokasinya. Setelah lewat beberapa kali pencarian yang menghabiskan waktu atas data dalam sistem komputer, biasanya manajer akan berhenti mencoba berinteraksi langsung dengan sistem.

Keadaan demikian kini dapat teratasi  karena semakin banyak  sistem yang membantu manajer menemukan lokasi lnformasi yang diperlukannya.  Kecenderungan utama dalam pengembangan sistem tampaknya bermuara besar pada kemudahan bagi  manajer untuk  berkomunikasi dengan komputer, yakni penggunaan “bahasa produktivitas” yang seringkali juga disebut dengan “bahasa non-prosedural” atau apabila digunakan manajer maka disebut sebagai “bahasa penopang keputusan manajerial”. Bahasa produktivitas adalah bahasa komputer yang dikembangkan khusus, yang memungkinkan peningkatan produktivitas pemrograman. Bahasa ini  mudah dipelajari dan diterima oleh manajer sebagai pengguna untuk keperluan mereka. Menggunakan bahasa demikian akan membuat manajer mampu berinteraksi secara efisien. Bahasa produktivitas kini menjadi “penjaga” dari era baru. Secara tradisional, program untuk pengolahan gaji (payroll),akuntansi biaya dan lain-lain telah  disiapkan dan  dimodifikasi oleh programmer dalam  departemen pengolahan data. Tetapi dewasa  ini, periode menunggu untuk program baru serta penyesuaian (modifikasi) program  seperti yang diminta pengguna masih memerlukan waktu yang relatif lama, hal ini disebabkan masih sedikitnya tenaga programmer yang terampil. Alternatif yang banyak dipilih kelompok pengguna adalah mengembangkan program aplikasi lewat cara menguasai bahasa produktivitas, misalnya dengan jalan  mengikuti pelatihan tentang  bagaimana menggunakan program yang bersangkutan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 21, 2010 in Uncategorized

 

Pengertian Sistem Informasi

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat  didefinisikan sebagai satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen atau Lembaga suatu Instansi Pemerintahan yang dapat di jabarkan menjadi Direktorat, Bidang, Bagian sampai pada unit terkecil dibawahnya. Informasi menjelaskan mengenai organisasi atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi dimasa yang akan datang tentang organisasi tersebut.

Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan fakta-fakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam

pengambilan keputusan.

Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberikan manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dimaksudkan untuk memberikan dukungan informasi yang dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan manajemen. Sistem informasi yang digunakan oleh para pengguna dari berbagai tingkatan manajemen ini biasa disebut sebagai: Sistem Informasi Manajemen. Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya, yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru.Masukan berperan di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi.

Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk  men-transfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas-aktivitas yang akan menggunakan. Sistem informasi juga membutuhkan umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan di tahap input berikutnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 7, 2010 in Uncategorized